Selasa, 29 November 2016

Tangan di atas



TANGAN DI ATAS

Pagi ini ketika aku dalam perjalanan menuju kampus, aku melihat seorang wanita berjilbab dan berkerudung hitam yang memberikan sebungkus nasi kepada seorang laki-laki pengumpul barang bekas. Laki-laki itu menerimanya dengan penuh rasa terima kasih. Di wajah perempuan itu terlukis senyum yang sangat tulus ketika memberikan nasi bungkus itu. Lalu ia menghampiri suaminya –entahlah itu suami atau kakak laki-lakinya, aku tidak begitu tahu-- yang menunggunya di motor beberapa langkah di depannya. Aku memperhatikannya dari dalam angkot, sepertinya mereka akan segera bergegas dari tempat itu. Baru sebentar aku mengedarkan pandangan mataku ke sekeliling tempat itu, mereka sudah pergi entah ke mana.

Pemandangan pagi ini membuat hatiku terenyuh, sungguh sangat menyentuh perasaan. Hal yang kecil memang, tapi apakah setiap orang bisa melakukannya? Dalam hati aku bertanya-tanya, “Ya Allah, kapan aku bisa seperti itu? Kapan aku bisa menolong salah satu atau beberapa orang yang tinggal di jalanan melalui tanganku?”. Tiba-tiba aku tersadar bahwa mengurus orang-orang yang tidak mampu adalah salah satu tugas negara, bukan individu, bukan juga kelompok. Tapi negaralah yang bisa melakukan itu semua. Saat ini orang-orang yang kelihatannya tidak mampu, sesungguhnya mereka miskin tersistem. Sistem kesejahteraan sosial hanya dinikmati oleh orang-orang tertentu sementara mereka yang hidup di jalanan tidak mendapatkan haknya.

Ya Allah, aku hanya bisa memberikan sedikit kontribusi dan berdoa saat ini.. Semoga kelak akan ada sistem yang adil bagi orang kaya dan orang miskin, sistem yang akan membuat semua manusia sadar akan hak dan kewajibannya. Aku percaya Ya Allah, bahwa sistem itu adalah sistem Islam, sistem pemerintahan Islam yakni Khilafah Rosyidah Islamiyyah seperti yang Rasulullah salallahu ‘alaihi wa salam contohkan. Ya Allah semoga sistem tersebut segera hadir di tengah-tengah umat Islam agar kesejahteraan dapat dirasakan semua kalangan, aamiin.


29 November 2016, ditulis di beranda masjid P.B. Jenderal Soedirman, Cijantung, Jak-Tim

Note: Meskipun mengurusi orang-orang yang tidak mampu adalah salah satu tugas negara, bukan berarti kita tidak boleh menolong orang tersebut, boleh saja. Tapi akan lebih efektif jika negara yang melakukannya.