TANGAN DI ATAS
Pagi ini
ketika aku dalam perjalanan menuju kampus, aku melihat seorang wanita berjilbab
dan berkerudung hitam yang memberikan sebungkus nasi kepada seorang laki-laki
pengumpul barang bekas. Laki-laki itu menerimanya dengan penuh rasa terima
kasih. Di wajah perempuan itu terlukis senyum yang sangat tulus ketika
memberikan nasi bungkus itu. Lalu ia menghampiri suaminya –entahlah itu suami
atau kakak laki-lakinya, aku tidak begitu tahu-- yang menunggunya di motor
beberapa langkah di depannya. Aku memperhatikannya dari dalam angkot,
sepertinya mereka akan segera bergegas dari tempat itu. Baru sebentar aku
mengedarkan pandangan mataku ke sekeliling tempat itu, mereka sudah pergi entah
ke mana.
Pemandangan
pagi ini membuat hatiku terenyuh, sungguh sangat menyentuh perasaan. Hal yang
kecil memang, tapi apakah setiap orang bisa melakukannya? Dalam hati aku
bertanya-tanya, “Ya Allah, kapan aku bisa seperti itu? Kapan aku bisa menolong
salah satu atau beberapa orang yang tinggal di jalanan melalui tanganku?”.
Tiba-tiba aku tersadar bahwa mengurus orang-orang yang tidak mampu adalah salah
satu tugas negara, bukan individu, bukan juga kelompok. Tapi negaralah yang
bisa melakukan itu semua. Saat ini orang-orang yang kelihatannya tidak mampu,
sesungguhnya mereka miskin tersistem. Sistem kesejahteraan sosial hanya
dinikmati oleh orang-orang tertentu sementara mereka yang hidup di jalanan
tidak mendapatkan haknya.
Ya Allah,
aku hanya bisa memberikan sedikit kontribusi dan berdoa saat ini.. Semoga kelak
akan ada sistem yang adil bagi orang kaya dan orang miskin, sistem yang akan
membuat semua manusia sadar akan hak dan kewajibannya. Aku percaya Ya Allah,
bahwa sistem itu adalah sistem Islam, sistem pemerintahan Islam yakni Khilafah
Rosyidah Islamiyyah seperti yang Rasulullah salallahu ‘alaihi wa salam
contohkan. Ya Allah semoga sistem tersebut segera hadir di tengah-tengah umat
Islam agar kesejahteraan dapat dirasakan semua kalangan, aamiin.
29 November 2016, ditulis di
beranda masjid P.B. Jenderal Soedirman, Cijantung, Jak-Tim
Note: Meskipun mengurusi
orang-orang yang tidak mampu adalah salah satu tugas negara, bukan berarti kita
tidak boleh menolong orang tersebut, boleh saja. Tapi akan lebih efektif jika
negara yang melakukannya.