Selasa malam
jam 19.45 - 21.45 adalah jadwal training menulis online di kelas Revowriter
(basic)
Buat
temen-temen yang belum tau tentang Revowriter, nih saya kasih tau.
Revowriter
adalah komunitas belajar nulis yang digagas oleh Mbak Asri Supatmiati, seorang
Ibu Rumah Tangga, Pejuang Dakwah dan Penulis yang telah menulis 10 buku. Maa
syaa Allah tabarakallah.
Revowriter
diambil dari kata revolution dan writer. Harapannya agar orang-orang yang
belajar nulis di komunitas ini bisa menjadi penulis yang membawa perubahan
menuju peradaban mulia yang gilang gemilang yaitu peradaban Islam. Allahu
Akbar!
Pagi hari
sebelum kelas di mulai Mbak Asri udah woro-woro ngingetin jam belajar, nyuruh
ngisi quota dan charge handphone. Dari pagi sampai menjelang kelas dimulai
antusiasme peserta terus berdatangan memenuhi notifikasi.
Jam 19.53
WIB, Mbak Asri mulai membuka kelas, memberi tahu adab belajar di kelas
Revowriter, dan mengingatkan bahwa proses belajar akan berlangsung cepat,
interaktif dan berisik, beliau juga mengingatkan utk mematikan notifikasi.
Tanpa disuruh pun, notifikasi saya udah mode off atau vibrate mode karena ikut
beberapa grup dan khawatir terjadi perang dingin antara grup-grup itu, wkwkw,
minta dibaca duluan.
Kelas
dimulai dengan beberapa pertanyaan, mulai dari siapa penulis yang kamu kenal,
kenapa mereka disebut penulis, dll.
Benar apa
kata mbak Asri; kelas akan berlangsung cepat, interaktif dan berisik.
Baru aja
mbak Asri ngepost pertanyaan, langsung deh belasan sampe puluhan chat jawaban
dari peserta berbaris ke bawah.
Dalam hati,
"Ini kapan gue ngejawab pertanyaannya nih kalo ketimpa chat dari peserta
lain?"
Langsung
saya scroll up pertanyaannya dan ngetik jawaban secepat yang saya bisa
Oh ya saya
mau kasih tips, biar kita bisa langsung jawab pertanyaan dan nyimak materi,
kita harus stay di depan layar jangan disambi-sambi ya, hehe, kecuali mendesak.
Jangan fokus baca-baca jawaban atau komentar peserta lain, itu mah bisa dibaca
nanti setelah kelas selesai, kecuali kalo kamu mau jadi silent reader. Pokoknya
fokus aja sama materi atau pertanyaan dari trainer.
Di kelas
perdana ini, peserta diberi motivasi tentang pentingnya menulis bukan sekadar
menjadi penulis.
Kita pun
harus mengubah mindset kita bahwa penulis itu bukan hanya seperti Tere Liye,
Dee Lestari, atau Andrea Hirata. Orang-orang yang ingin menyampaikan ilmu atau
gagasannya, juga bisa disebut penulis. Maka dari itu, siapa pun yang memiliki
ilmu, BISA menulis!
Kata mbak
Asri, "Menulis adalah seni menyampaikan kebenaran. Kalau orang berilmu
tidak menulis, orang bodoh yang akan menyebarkan kesesatan."
Waah maa
syaa Allah. Jadi lebih semangat untuk menulis.
Yuk mulai
menulis, jangan tunggu sempurna, nanti nggak action-action, menulis dan
berproseslah
Pastinya
nulis tulisan yang bermanfaat, dan juga benar ya, benar menurut Yang Maha Benar
yaitu Allah subhanahu wa ta'ala.
Di akhir
kelas, mbak Asri memberi 2 tugas, dan yang saya tulis ini adalah salah satunya.
Gimana?
Tergambar
kan keseruan belajar di kelas Revowriter?
Kamu mau
ikut kelas Revowriter juga? (malah promo 😂)
Sabar ya
para pembaca yang budiman, in syaa Allah beberapa bulan lagi Revowriter buka
kelas baru.
Kelas saya
aja baru mulai, hehe 😁
Sekian postingan dari saya, tunggu dan simak postingan selanjutnya. [Annavi]
Jakarta, 11
April 2018
Arlin Navigati
Calon
Revowriter Army
#revowriter
#revowriter7#belajarnulis
#Annavi
Tidak ada komentar:
Posting Komentar