Minggu, 01 April 2018

Pelangi Kala Senja


Senja hari selepas halaqoh, saya dan 2 orang teman saya segera pamit pulang kepada tuan rumah.

Salah satu teman saya ada yang melihat ke langit dan berkata, "Ih ada pelangi, foto ah." dengan segera teman saya langsung mengambil smartphonenya sementara teman saya yang satu lagi sudah pulang.

"Ih, iya. Momen langka nih harus diabadikan." Nggak mau kalah dgn teman saya, saya segera mengambil smartphone di tas dan mengaktifkannya. Setelah hand phone saya aktif lagi, saya mengamati langit sebentar tapi kok ada yang beda ya dibanding yang tadi. Setelah saya abadikan, yaa seperti yang temen-temen bisa lihat di hasil foto 😂. Pelanginya sudah pudar. Padahal mengaktifkan hand phone cuma sebentar, mungkin 2-3 menit tapi Allah sudah menyuruhnya pulang.
Ia hanya diperbolehkan bermain sebentar saja menghias langit sore untuk memanjakan sepasang mata insan yang dikehendaki Allah. Maa syaa Allah.

Jika kita adalah pelangi itu, apakah kita siap untuk "pulang"?

Siapkah kita bertanggung jawab atas apa yang kita lakukan di dunia ini?

Dan tahukah temen-temen, bicara soal pelangi, ada beberapa kelompok yang kini menyalahartikan makna pelangi.

Mereka adalah kelompok-kelompok pemuja kebebasan, terutama yang orientasi seksualnya menyimpang. Sebut saja Lesbian, Gay, Biseksual, dan Transgender atau Transeksual.

Mereka bersatu padu saling mendukung satu dengan yang lain, membentuk kekuatan politik global yang mendunia, melakukan kampanye-kampanye sesat atas nama hak asasi manusia, atas nama kebebasan agar eksistensi mereka diterima dan dihargai masyrakat luas.

Sungguh perilaku mereka adalah perilaku yang dilaknat Allah. Allah sangat melaknat perbuatan kaum sodom hingga Allah menjungkirbalikkan dunia beserta isinya. Subhanallah, na'udzu billah.

Mungkin para aktivis LGBT dan pendukungnya berpendapat bahwa aktivitas yang mereka lakukan adalah aktivitas yang wajar, indah, dan nikmat bagaikan surga dunia. Mereka lupa bahwa indahnya "pelangi" hanya sebentar dan akan "pulang" ke tempat asalnya.

Kembalillah pada Allah selagi masih ada waktu.

Wallahu a'lam bishowab.

(annavi)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar